Feb 22, 2015

#EXPLOREJOGJA : Greenhost

Have you heard about the term boutique hotel? I bet you have heard it all around and about. Boutique hotels now seem to be gaining popularity in Indonesia, especially in a cultural-tourism city such as my hometown, Yogyakarta, where domestic and foreign tourists always coming, one after another. I have witnessed that hotels are developing rapidly in Yogyakarta in the past few years. Even more, there are many new tall building stand (or about to stand) all around the city. I am one of those who think that this is worrisome yet beneficial, haha. 

Anyway, talking about boutique hotels, they usually have quite few rooms, about 10-100 rooms which offer special facilities or unique settings with full service accommodations. Boutique hotels are often individual and focused to serve customer in comfortable, intimate, and welcoming setting, they are likely not gonna be found among the homogeneity of large hotels. 

The unexpected thing is, last month, I get to experience this brand new unique atmosphere of tourism business. Located in Gerilya street, Mergangsan, Prawirotaman II, Yogyakarta, the Greenhost Boutique Hotel stood up to be so eye-catching at first sight. One word to describe it, artsy. With an initial mission of having some scrumptious munch at the hotel's restaurant, I was lured by the oh-mazing architecture of the building starting from entrance up to the top. I can't help myself to not capture every little thing I saw. I satisfied my curiosity over my starve by exploring all over the place first, where I saw many cool things amused my eyes that literally made my day!


The Greenhost Boutique Hotel has about 96 rooms all over the four storeys building, and a yet-unfinished hydroponic garden that (currently) grows lettuces at rooftop. This hotel has a very unique way of decorating their exterior. They get most materials from residues such as dry leaves to make an artificial hanging pine tree, cement-sprayed wall (they purposely don't paint them), PVC pipes for corridor fence with lettuces growing on it, and many more. I may say the genre is Eco-Boutique Hotel.

I get the chance to do hundred selfies that time, lol. I mean, this place is sooo unique, never before seen, it is a hotel, a fresh city farm, and an art gallery at once. The highlight of this visit was the pose in the middle of lettuces, I was so happy, I don't need to leave, I always dream of having a farm in my house so I can supply groceries on my own. The mini farm is definitely an inspiration, and a dream come true!


I was wandering around sight-seeing and capturing things, when two personnel of the hotel came by asking which institution I am coming from, well, I told them I am a blogger, lol. After some chit-chat they invited me to see the rooms, and requested me to take more pictures. They have total 96 rooms, but not all are available, yet only few of them are operating. But only get to experience some of them are so exciting, being a blogger has given me lotsa new opportunities!

Each room has its own design, that is why this place is totally a boutique hotel. There are interior designers working exclusively on a room or several rooms with a theme but different designs. Aside from exteriors, the interiors also came from wasted materials or residues upgraded into useful things such as CFC tube, split in half for lamp caps, a used wood-packing with many spike holes for room ceiling, even a rusty metal plate for closets, here's some sneak peak of what is happening.


A little selfie won't hurt anybody, all right. How do you think? Don't you guys love it? This place is recommended for any people of all ages. Meanwhile, back at the restaurant, I managed to accomplish my initial mission, let's munch munch! The restaurant itself was not less pleasing, it was another standing ovation *clap clap*.

So, for you who are living in Jogja, and apparently won't be needing to rent a place to stay, you can still experience this awesomeness (or I know you want to take lotsa photos, lol). The restaurant is open for public, for nongkrong, nangkring, whatever. The menu is Indonesian-tongue-friendly, price is so-so, I mean totally affordable and down to earth, haha. Let me show you how things are going in the last pics below, and by that, I mean this is the end of the post. Thanks for reading, kindly leave your thoughts, and see you in the next review! Wassalam.


Jan 30, 2015

LIA LOOKS: Casual Ceremonial


This is what I do when I have to attend two different events in a day. Satunya acara formal, satunya lagi acara santai. My style personality is more into casual, makanya saya pilih kemeja denim untuk atasan yang merupakan bagian utama outfit. Selain timeless, denim itu so much dependable, ya kan? saya sampe punya mantra sendiri, when in doubt, wear denim! Okey, karena akan menghadiri acara formal juga, saya pilih untuk memadukan denim dengan flare skirt berbahan velvet dengan warna burgundy, warna apaan ya itu? ya kurang lebih merah hati gitu deh warnanya, hahaha. Saya pilih warna ini karena manis, glamorous, tapi gak berlebihan maklum kalem. Bahan velvet untuk rok formal pun sip karena glowing, tapi lebih redup dibanding bahan glowing lain semacam sateen, lagi-lagi ini masalah saya pribadi yang suka sok kalem. Urusan jilbab/scarf itu menyesuaikan lah ya, karena masing-masing orang punya bentuk wajah, warna kulit, dan selera yang berbeda. Disini saya pilih jilbab bahan cerutty dan hijab style yang biasa dengan kesan drapery di samping sehingga gak perlu aksesoris tambahan supaya keep casual but not effortless. Therefore, I label this look as Casual Ceremonial.

DENIM SHIRT | Mums
SCARVE & SKIRT | Self made
POINTED BOW HEELS | Elizabeth


Thanks for reading.
Love, Lia.

Jan 29, 2015

'HIJAB' a Film by Hanung Bramantyo

Poster source: http://www.filmhijab.com
Tanggal 15 Januari 2015 lalu saya menghadiri event Meet & Greet serta nobar sebuah film baru garapan Hanung Bramantyo yang lagi happening banget sekarang ini, judulnya adalah 'HIJAB'. Event ini adalah rangkaian dari roadshow film dan saya hadir bersama teman-teman baru saya Indonesian Hijab Blogger yang turut diundang meramaikan acara di House of Balcony dan XXI Ambarrukmo Plaza Yogyakarta.


Film ini merupakan hasil pemikiran aktris Zaskia Adya Mecca yang dibantu oleh suaminya sendiri, sang sutradara, untuk mewujudkan sebuah cerita yang merepresentasikan dirinya dan perempuan berhijab yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Sebelum nonton saya sudah sempat baca sinopsis dan ngikutin postingan kak Zaskia di ig-nya. Saya sih nyantai dan gak terlalu berekspektasi tinggi ke film ini, tapi dari awal saya penasaran banget ini film bakalan gimana, karena belum pernah ada film yang menyajikan berbagai karakter perempuan muslim dengan gaya berpakaian yang berbeda. 

Menurut saya, film ini tidak terlalu mengarah ke film religi, lebih mengangkat tren hijab di kalangan wanita sekarang ini. Film bergenre drama komedi ini dikemas cukup ringan dan karakternya sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Film ini menceritakan tentang persahabatan Bia (Carissa Puteri), Sari (Zaskia Adya Mecca), Tata (Tika Bravani), dan Anin (Natasha Rizky) serta hubungan mereka dengan para suami dan pacarnya Anin, Chaky. Bia berhijab stylish, Sari berhijab panjang, Tata mengenakan turban, dan Anin belum berhijab.


Sekilas tentang karakter, Bia dulunya adalah aktris 'biasa-biasa' yang terkenal karena predikat 'gadis hidayah'-nya dan selalu berada dalam bayangan suaminya Matnur (Nino Fernandez) seorang pemain sinetron terkenal yang akhirnya berhenti tayang. Sari dulunya gadis berjilbab biasa yang memiliki bakat dagang namun setelah menikah dengan seorang pria keturunan Arab ia dilarang bekerja. Tata dulunya bersifat berani dan tomboy sampai menjadi ketua ospek bahkan memimpin demo semasa mahasiswa dan menikah dengan seorang fotografer bernama Ujul (Ananda Omesh) yang diam-diam naksir dengannya saat meliput demo tersebut. Kemudian Anin adalah seorang 'French-addict' yang memilih untuk menjalin hubungan saja dengan pacarnya, Chaky (Dion Wiyoko), karena ragu melihat ketiga sahabatnya yang menurutnya justru terkekang oleh suami setelah menikah.

Cerita dalam film secara garis besar adalah bagaimana Bia, Sari, dan Tata ingin menjadi istri yang bisa berpenghasilan sendiri sekaligus membantu suami dengan mengembangkan bisnis fashion hijab secara online, didukung juga oleh Anin yang belum menikah tetapi orang tuanya punya link ke orang-orang ternama yang bermodal besar dan juga berpengaruh dalam dunia fashion. Mulanya bisnis tersebut mereka bangun tanpa sepengetahuan suami, hal inilah yang menjadi awal dari konflik cerita.

Serunya dari film 'Hijab' adalah konflik dan peristiwa yang ditampilkan sempat membuat saya bergidik karena memang pada kenyataanya banyak dijumpai saat-saat sekarang ini. Keseruan lainnya adalah banyak scene yang bikin para penonton tertawa terutama di awal film, apalagi nongolnya dijah yellow sebagai figuran yang menurut saya surprise ngagetin banget. Banyak juga baju dan sepatu lucu-lucu yang kadang bikin gagal fokus (okay, gak penting). Film ini juga turut dibintangi oleh aktor aktris senior seperti Mathias Muchus, Meriam Bellina, dan Rina Hasyim.

Selain alur cerita yang lucu dan fresh, memang sih melihat dari judulnya pasti banyak orang yang kemudian menaruh ekspektasi tinggi berkaitan dengan ajaran Islam, dan dianggap film ini kurang bisa memberikan makna yang sesungguhnya dari Hijab. Menurut saya memang ada sejumlah scene yang sensitif, kurang sesuai dengan budaya Islam sebenarnya, dan juga sangat berpotensi menimbulkan salah paham. Sempat baca beberapa review di blog, situs, dan komentar sejumlah orang lainnya yang banyak juga mencaci, tapi saya setuju dengan ulasan kak Prima disini, dari sejumlah kekurangan dalam film ini dapat juga dipetik poin positif salah satunya ungkapan baik tentang hijab justru datang dari seseorang yang awalnya tidak berhijab. Setuju juga dengan catatan kritis dari mba Asma Nadia disini. Saya sih mencoba memahami aja dari sudut pandang seorang Zaskia Adya Mecca yang ingin memotret realita yang dekat dengan masyarakat, jangan semata-mata menilai dengan kebencian.

Pada intinya yaaah, silahkan aja menonton film ini, apalagi bareng sahabat atau pasangan. Ambil hal positif yang bisa kita jadikan pelajaran, buang hal yang negatif, dan mari sama-sama melihat kembali ke diri kita masing-masing, Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati dan pikiran manusia, hehe, cheers!

----------------------------------------------------------------------

Tentang event, singkatnya, saya dan teman-teman baru saya dari komunitas Indonesian Hijab Blogger wilayah Yogyakarta mendapat undangan dari kak Zaskia untuk ikut di acara roadshow perdana film 'Hijab' yang mereka pilih untuk diadakan di Yogyakarta. Roadshow di Jogja ini dihadiri oleh Zaskia Adya Mecca, Haykal Kamil, dan Hanung Bramantyo, dimulai dari meet & greet di sore hari yang diadakan di House of Balcony Ambarrukmo Plaza, kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng pada malam harinya.

Alhamdulillah bisa silaturrahim lagi dan dapat pengalaman baru, mulai dari tanya jawab langsung dengan kak Zaskia dan mas Hanung, foto bareng, nyicip beauty class dari Mazaya cosmetics, sampai main-main sama si lucu Kana Sybilla Bramantyo a.k.a. Sybil. Here's some of the yayness at the event...


Thanks for reading, wassalam, and have a good day!
Love, Lia